Negara Batin ,RadarSemestaMedia.Com,- Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Way Kanan dari daerah pemilihan 3 yang meliputi Kecamatan Pakuon Ratu Kecamatan Negara Batin dan Kecamatan Negeri Besar dari Partai PKB Gunawan , S.Pd, mempertanyakan kuota 10 sampai 25% lahan untuk penduduk pribumi di dalam lahan yang dibutuhkan oleh warga transmigrasi., dimana menurut Gunawan hal itu sampai sekarang belum pernah direalisasikan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sejak keberadaan transmigrasi tahun 1980-tiga Kecamatan di daerah pemilihan 3 tersebut.
” Kuota yang dibberikan oleh pemerintah pusat sebesar 10-25 persen tidak pernah direalisasikan sejak era 80-an sampai saat ini.’ ujar Gunawan
Masih menurut nya bahwa tranmigrasi era 80-an perlu di tinjau ulang dan di evaluasi perlu data dari BPN untuk mengetahui kebenaran, melalui kepmen 1984 PP No 12 tentang pelaksana teknis jelasnya.
Terpisah , Santep salah satu anggota transmigrasi lokal angkatan pertama di kampung Negara jaya kecamatan Negeri besar menerangkan bahwa mereka datang pertama kali ke kampung transmigrasi tersebut dengan jumlah 90 kk (600 orang red), berasal dari gunung balak lampung Tengah atau lampung timur saat ini,juga menyatakan ketidaktahuannya tentang jatah 10 sampai 25% untuk pribumi tersebut.
Sementara menurut Suminah
Angkatan translok dari pringsewu mengatakan bahwa awal translok masuk di Srimulya Kecamatan Negara Batin Kajbupaten Waykanan Lampung tidak ada jatah atau alokasi khusus pribumi di kampung srimulya, dan bahkan mereka mendapat kan tanah bangunan hasil.beli dengan harga satu juta sampai dua juta lima ratus ribu rupiah.
” Baik yang berasal dari kampung srimenanti maupun dari kampung Negara Mulia semua yang ada di kampung ini mereka semua hasil beli dengan masyarakat translok angkatan tahun 1984 yang tidak betah di kampung ini di awal-awal translok masuk ,’ imbuhnya.
Suminah juga menjelaskan ketika angkatan translok pendatang sampai, Rumah dan Lahan sudah ada , berupa Rumah sederhana sementara Lahan sudah di gusur siap tanam, akan tetapi saat itu lahan-lahan tersebut telah di tumbuhi ilalang. (RSM/ PAHLIBI)






